Percepat Penanganan Covid-19, RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Siapkan 1 Unit PCR Seharga 1,3 Milyar

0
239

BLITAR – Suksesinasional.Com –
Sebagai upaya percepatan penanganan virus Corona (Covid-19), RSUD Ngudi Waluyo Wlingi membeli 1 unit alat Polymerase Chain Reaction (PCR) seharga 1,3 milyar.

PCR adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri atau virus. Saat ini PCR juga digunakan untuk mendiagnosis penyakit Covid-19, yaitu dengan mendeteksi material genetik virus Corona.

Dirut RS Ngudi Waluyo Wlingi, dr Endah Woro Utami melalui Kasi SDM dan alat medis, dr Tri Wahyuning mengatakan, dengan alat PCR ini, diagnosa pasien akan dapat diketahui dengan cepat terhadap orang yang terpapar bakteri atau virus.

“Selama ini, untuk mengetahui hasil positif dan tidaknya pasien yang terpapar virus Corona harus menunggu hasil test swab selama berhari-hari. Ini dikarenakan rumah sakit rujukan seperti RS Umum Ngudi Waluyo Wlingi harus mengirim ke rumah sakit rujukan di Surabaya. Tetapi sekarang, RS Ngudi Waluyo Wlingi telah membeli 1 unit PCR dengan Spek mesin yang sudah sesuai standar PCR”, kata dr Tri Wahyuning yang akrab dipanggil dr Nining, pada Jum’at (10/7/2020).

“Pengoperasian alat ini segera dilegalisasi oleh Dinkes Pemprov Jatim agar pasien di Kabupatenen Blitar lebih cepat tertangani. 1 unit PCR ini dibeli dari pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BULD) RS Ngudi Waluyo sendiri seharga 1,3 milyar. Dengan alat ini diharapkan bisa mempercepat penanganan pasien yang terpapar Corona”, kata dr Nining.

“Kami menilai penting kita punya alat seperti ini. Karena kalau harus selalu mengirim ke Surabaya akan terlalu lama untuk penanganan pasien Corona.

Lebih lanjut dr Nining mengatakan, pihaknya merasa bangga karena dengan alat tersebut pelayanan penanganan pasien Corona khususnya masyarakat Blitar tidak perlu menunggu hasil swab dari luar kota. Tentu ini lebih efektif dan efisien serta hemat anggaran. Memiliki mesin sendiri sangat menguntungkan.

“Rinciannya, untuk biaya pengiriman satu Reagen test swab ke Surabaya membutuhkan dana sekitar 1,8 juta. Dengan punya alat sendiri, kami bisa memangkas biaya pemeriksaan satu reagen 1,1 juta”, terangnya.

“Selain itu dari segi waktu, kalau reagen itu dibawa ke Surabaya butuh waktu dua pekan untuk mendapatkan hasilnya. Dengan punya alat sendiri, material genetik virus Corona bisa diketahui hanya dalam waktu 45 menit hingga satu jam saja. Disini kami punya satu dokter ahli mikrobiologi. 1 unit mesin PCR dengan kapasitas pemeriksaan bisa mencapai 48 reagen per hari. Sudah berapa uang itu bisa dihemat”, paparnya.

“Dengan alat PCR ini, pemeriksaan bisa dilakukan disini. Karena kalau dilakukan di luar daerah, memakan waktu yang cukup lama. Pentingnya PCR karena seperti yang kita ketahui bahwa kasus Covid-19 di Indonesia dan di kabupaten Blitar khususnya terus bertambah. Alat PCR yang didatangkan oleh pihak RS Ngudi Waluyo Wlingi akan sangat bermanfaat sekali”, imbuhnya.

Lebih lanjut dr Nining menyampaikan, prosedur pemeriksaan pasien dengan cara pengambilan sampel lendir atau cairan (Nasofaring) pada bagian hidung dan tenggorokan dan juga bagian antara mulut dan tenggorokan yang diduga terinfeksi virus Corona.

Pengambilan sampel dilakukan dengan metode swab yang waktunya hanya 15 detik dan selanjutnya dari hasil sampel ini akan dilakukan penelitian di laboratorium serta tes SDM analisis dengan dokter ahli biologi menggunakan alat PCR kita”, ungkapnya.

“Kita berharap adanya alat PCR ini bisa lebih memperpendek waktu tunggu untuk memastikan seseorang reaktif atau tidak. Sehingga pasien PDP di RS Ngudi Waluyo Wlingi akan lebih cepat dan pasti dalam penanganannya”, pungkasnya. (ek)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here