Punya Ladang Bisnis Narkoba, Wanita Asal Kebondalem Digelandang Ke Kantor Polisi

0
1431
FOTO ISTIMEWA = Tersangka Erna Wijayanti Beserta Barang Bukti Narkoba Saat Berada di Kantor Polisi (REPORTER / M.Rusdi )

SURABAYA – Suksesinasional.Com – Pandemi Covid -19 yang melanda Indonesia sangat berdampak pada kehidupan masyarakat. Untuk menunjang kebutuhan ekonomi keluarga, terkadang membuat orang nekat berbisnis apa saja.

Seperti yang dilakukan oleh seorang ibu muda bernama Erna Dwi Jayanti. Alih – alih mendapatkan keuntungan, wanita berusia 31 tahun ini malah berurusan dengan polisi.

Erna ditangkap anggota Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Semampir dirumah kontrakannya Jalan Kebondalem Kelurahan Simolawang Kecamatan Simokerto Surabaya karena terbukti memiliki narkotika jenis sabu – sabu.

Dari hasil penangkapan, polisi mengamankan barang bukti 1 klip plastik kecil berisi sabu seberat 0,39 gram, 1 buah klip plastik kecil berisi sabu seberat 0,34 gram,1 buah plastik klip kecil berisi sabu seberat 0,33 gram, 1 buah plastik klip kecil berisi sabu seberat 0,27 gram.

Seperangkat alat hisap (Bong) 1 buah pipet kaca,1 buah Handphone Merk Samsung Duos warna hitam serta 1 buah botol bekas CDR.

Kami berhasil menangkap pelaku berawal dari laporan masyarakat. Setelah kita tindak lanjuti laporan tersebut, pada hari Jum’at 24 Juli 2020 lalu, anggota kami melakukan penyelidikan disalah satu rumah kontrakan milik tersangka.

Dugaan kami benar, pada saat tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekitar pukul 21: 00 Wib petugas melihat ada gerak – gerik seseorang yang mencurigakan diduga akan bertransaksi narkoba.

Sesuai petunjuk dan ciri ciri pelaku, polisi langsung masuk melakukan penggeledahan.Saat berada didalam rumah anggota menemukan barang bukti tas ransel warna hitam didalamnya berisi sabu. Tas tersebut bekas dijadikan tempat penyimpanan pakaian kotor digantung didinding tembok,” ujar Kapolsek Semampir Kompol Ariyanto Agus Rabu (29/7/2020).

Perempuan itu tak bisa mengelak bahwa barang bukti tersebut diakui adalah miliknya. Polisi kemudian membawa pelaku ke kantor Mapolsek Semampir Surabaya.

Dari hasil introgasi, tersangka mengaku mendapatkan sabu-sabu dari salah satu bandar bernama Jupri (DPO) dengan cara membeli 1 gram seharga Rp. 1.150.000,” kata Agus.

Agus menambahkan, sebelum bertransaksi, keduanya bertemu disalah satu warung di Jalan Kunti pada hari Rabu 22 Juli 2020 sekira pukul 23.30 WIB. Barang laknat tersebut rencananya akan dijual secara eceran kepada pelanggannya seharga 100 ribu hingga Rp 150 ribu per poket.

Namun belum sempat menjual barang dagangannya, pelaku keburu ditangkap polisi. Akibatnya, dia harus mendekam dibalik jeruji besi dan terancam pasal 114 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika,” tandasnya. (rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here