Keluarga Bahrul Ulum Terpukul Mendengar Anaknya Ditangkap Polisi Karena Kasus Curanmor

0
1256

SURABAYA- Pasca tertangkapnya tersangka pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) salah satu pelaku bernama Bahrul Ulum (19) asal Dusun Bensareh Desa Rapalaok Omben Sampang Madura ini menyisakan luka yang mendalam terhadap orang tua dan keluarganya.

Ibu dari pelaku Bahrul ulum bernama Naimah (45) yang tinggal di Dusun Bensareh Desa Rapalaok Omben Sampang Madura ini merasa kaget dan terpukul ketika mendengar dua buah hatinya yang menginjak remaja terlibat kasus tindakan kriminal.

Dia tidak menyangka kedua putranya yang diharapkan menjadi tulang punggung keluarga kini harus berurusan dengan hukum.

Salah satu putra keduanya saat ini mendekam ditahanan Mapolsek Semampir karena kasus curanmor.

Sedangkan putra sulungnya Roni (23) kini menjadi buruan polisi, dan masuk daftar pencarian orang (DPO) karena terlibat aksi kejahatan.

Menurut salah satu kerabatnya yang tidak mau menyebutkan namanya, wanita ini sangat syok.

Bagaimana tidak, Slamet (50) suami dari ibu Naimah saat ini masih meringkuk di dalam penjara karena kasus kepemilikan narkotika.

Kali ini kasus hukum kembali menimpa kedua anaknya karena terlibat kasus Curanmor.

Perlu diketahui , Bahrul Ulum ditangkap petugas Reskrim Polsek Semampir bersama rekannya Reza Saputra (19) warga Jalan Tambak Wedi saat mengendarai sepeda motor hasil curian dijalan Rajawali Surabaya beberapa waktu lalu.

Pria berambut gondrong ini terbukti bersama tiga orang temannya Reza Saputra (19) dan MT serta Roni (23) kakak kandung Bahrul Ulum ini masuk daftar pencarian orang (DPO).

Menurut hasil pengembangan dari pihak kepolisian. Para komplotan ini telah beraksi dibeberapa wilayah Surabaya, diantaranya di Jalan Tambak Wedi, Jalan Wonokusumo, Jalan Sidotopo Kidul, Pakuwon City, daerah Keputih Surabaya.

Mereka berhasil menggasak beberapa unit sepeda motor.Barang dari hasil kejahatannya,kemudian dijual kepada seorang penadah di Desa Parseh Bangkalan Madura seharga Rp 2 000.000.

Dari hasil penangkapan terhadap kedua pelaku, polisi menyita barang bukti 1 unit Sepeda motor Honda Vario, 1 buah kunci T , 1 buah kunci Sok dan 1 buah kunci L disita petugas. Keduanya dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara (rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here