Warga Kecamatan Glagah Gempar, Pengeboran Sumber Air Muncul Semburan Gas Alam

0
286

LAMONGAN-Suksesinasional.Com–
Warga di Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan dan disekitarnya dihebohkan dengan munculnya sumber gas alam, Rabu (27/11/2019).

“Kejadian itu berawal ketika Puri (90), warga Dusun Dokiyo, Desa Pasi, Kec Glagah mendatangkan 5 pekerja untuk membuat sumber air bersih,. Namun begitu mencapai kedalaman 24 meter, sumur bor tersebut menyemburkan air dan lumpur, hingga mencpai ketinggian 4 meter.

Lambat laun tekanan tersebut menurun, akan tetapi berganti dengan tekanan udara disertai bau menyengat serupa gas alam.

“Dengan kejadian itu, pekerja menghentikan operasional sekitar pukul 14:30 WIB, namun pemilik beserta keluarga merasa takut dan khawatir, termasuk tetangga dekat. Akhirnya beberapa perangkat desa dan warga setempat menginformasikan keluar.

“Tidak lama Koramil dan pihak kepolisian serta, camat Glagah meninjau lokasi itu. Setelah dilakukan koordinasi, akhirnya petugas BPBD terjun langsung mendatangi lokasi sumur bos di desa terpencil itu.Menurut Nanik mengatakan, jika kejadian tersebut diluar dugaannya .

” Karena banyak warga yang membuat sumur bor selama ini dan kedalamannya 90, meter, dan tidak terjadi seperti ini. Pekerja memulai sejak pukul 08: 30 WIB, begitu memcapai kedalaman 24 meter, muncul semburan air dan lumpur,

“Setelah itu berganti tekanan udara berbau gas. Kami sekeluarga takut dan khawatir dampaknya nanti, bahkan saudara saya Tatik sempat pingsan saat merekam dan memotret tadi, ” terang anak pemilik rumah, dengan logat Jawanya.

” Saya berharap dan minta tolong, agar masalah ini bisa diatasi solusinya, karena kami sekeluarga dan warga dekat takut dan khawatir sekali, apalagi gas tersebut bisa menyala jika disulut api, seperti yang dilakukan bapak-bapak petugas tadi,” pungkasnya Nanik, dengan raut wajah yang shock itu.

Sementara itu Muslimin, Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan mengatakan, jika kejadian itu berawal dari informasi warga adanya pengeboran untuk membuat sumber air bersih berujung keluar gas alam, makanya dilakukan cros cek di lapangan.

“Ketika pada kedalaman 24 meter, dihentikan oleh pekerja, karena ada semburan air disetai lumpur yang sangat kuat. Akhirnya tekanan tersenut melemah dan berganti dorongan udara yang berbau gas, seperti amoniak.

“Setelah kami lakukan pengecekan gas tersebut bisa menyala jika disulut dengan api. Kesimpulannya udara yang keluar tersebut memgandung potensi kandungan gas yang bisa terbakar, ” katanya saat meninjau lokasi.

” Untuk sementara saya belum bisa mengatakan itu bahaya atau tidaknya, tapi saya berharap jangan sampai ada sumber api di dekat lokasi.

Dengan peristiwa ini nanti kita koordinasi dengan Dinas, misalnya perekonomiandan Dinas linhkungan hidup untuk melakukan satu uji wilayah sekitar lokasi.

“Untuk sementara kami lakukan tindakan preventif dengan memasang pipa ke atas untuk membuang gas keatas, dan saya berharap agar warga jauh dari lokasi sumur bor tersebut, ” sambungnya.(rul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here