Warga Kecamatan Glagah Masih Resah, Sumur Bor Di Desa Pasi Masih Mengeluarkan Gas Beracun

0
127

LAMONGAN- Suksesinasional.Com–
Keberadaan sumur bor yang berujung semburan gas, di Dusun Drokiyo, Desa Pasi Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, masih menimbilkan kecemasan dan kekhawatiran warga setempat.
Ketakutan dan kekhawatiran lebih dirasakan oleh pemiliknya Puri dan keluarganya.

“Saat Suksesinasional.Com meninjau lokasi kesekian kalinya, tampak terlihat mimik kekhawatiran juga dirasakan oleh dua orang anak Puri yakni Nanik dan Tatik.

Dia mengatakan, semenjak kejadian itu kami sekeluarga masih cemas, takut dan masih khawatir hingga saat ini. Apalagi adik saya Tatik masih shock dan trauma, bahkan saat itu adik saya sampai pingsan, ” kata Nanik saat ditemui awak media Jumat (29/11/2019).

“Lebih lanjut Nanik mengatakan, kejadian itu sudah mendapat perhatian dari semua pihak. Alhamdulillah , dari pihak Pemerintahan Desa dan pihak kecamatan hingga Kabupaten, bahkan dari Propinsi Jawa Timur sudah meninjau lokasi. Semoga hal ini sudah bisa teratasi dan ada solusinya, semoga cepat beres mas,” katanya.

Jujur saja saya sekeluarga dan tetangga terdekat sangat cemas, takut dan khawatir sekali, ujar wanita muda ini dengan logat Jawanya. Hingga saat ini, perkembangan sumur bor yang mengeluarkan gas di Lamongan ini masih terus dipantau.

“Pasca kejadian, BPBD Lamongan lansung turun tangan, lantas sehari kemudian diikuti Dinas terkait, yakni Dinas Lingkungan Hidup, dan bagian Perekonomian. Selain itu sumur gas yang menggemparkan tersebut juga mendapat peninjauan dari bagian ESDM Propinsi Jawa Timur, dan perwakilan pertamina EP, dan melakukan pengecekkan pada hari Kamis 28 November 2019 kemaren malam.

Suwandi Kepala Desa Pasi mengatakan, hingga saat ini pihak desa dan pemerintah, baik Kabupaten maupun Propinsi, masih terus memantau perkembangan sumur bor yang mengeluarkan gas yang ada di rumah milik salah satu warga desanya itu.

“Setiap hari ada petugas, baik dari keamanan maupun perangkat desa, berjaga di sekitar lokasi,” kata Suwandi kepada wartawan.

Lebih lanjut Suwandi mengatakan, Sesuai instruksi dari petugas, terkait perkembangan apapun yang ada di lokasi sumur bor tersebut akan dilaporkan.

“Sesuai petunjuk yang dilakukan oleh petugas yang berwenang lokasi akan terus dipantau minimal selama seminggu ini. Jika gas sudah tak ada, tandas Suwandi, sumur bor tersebut akan ditutup. Kita pantau minimal selama satu minggu, setelah itu akan ditutup,” jelasnya.

Di tempat terpisah Camat Glagah, Suwignyo S.Sos menyampaikan, jika masalah sumur gas di Desa Pasi tersebut, sudah ditangani oleh Dinas terkait baik Pemkab Lamongan, maupun Pemprov Jawa Timur.

“Pada hari kamis kemarin, Dinas Lingkungan Hidup dan bagian Perekonomian Pemkab Lamongan sudah melakukan cek lokasi dan koordinasi dengan Dinas ESDM Propinsi Jawa Timur.

Hasil koordinasi sekitar SKK Migas dan Pertamina EP Asset 4 poling field datang ke lokasi. Setelah di lakukan pengecekan diperoleh hasilnya mengandung gas dominan gas metan dengan tekanan di atas 10 ppm. Selanjutnya dilakukan pemantauan dan perkembangan ke stabilan tekanan gas metan tersebut, ” terang Camat Glagah.

“Adapaun upaya dari Muspika Glagah, adalah pengamanan lokasi, dengan memasang police Line dan pemasangan papan peringatan bahaya, disekitar lokasi sumur. Saya berharap warga tetap waspada disekitar lokasi, apalagi gas tersebut bisa terbakar dan menyala.¬†

Semoga dalam waktu dekat sumur gas ini cepat turun tekanannya, dan bisa teratasi, sehingga tidak membuat warga¬† dihantui rasa cemas dan kekhawatiran, ” pungkasnya.(rul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here