Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Ribuan Benih Lobster Beromset Milyaran Rupiah

0
106

SURABAYA– Tiga orang pelaku penyelundupan beby lobster diringkus petugas Unit IV Subdit IV Tindak Pidana Terpadu (Tipidter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Jatim.

Ketiga pelaku ditangkap satgas ilegal fising Tipidter Dirreskrimsus Polda Jatim pada hari Sabtu 30 November 2019 sekira pukul 00:30 wib dijalan tol Madiun KM 579 jurusan Ngawi Jawa Timur.

Mereka berinisial DPK warga Desa Prigi Kecamatan Watu Limo Kabupaten Trenggalek, AHP dan NW Keduanya adalah warga Kelurahan Wonosari Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Pacitan Jawa Timur.

Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, S.I.K didampingi Dirkrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arief Setyawan, S.H., S.I.K., M.H mengatakan, penangkapan ketiga tersangka oleh petugas Polda Jatim di Jalantol jurusan Ngawi karena kedapatan mengangkut baby lobster.

Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi berhasil menangkap dua orang pelaku yang kedapatan membawa 2 buah paket berisi benih lobster sejumlah 10.278 ekor terdiri dari 7.300 beby lobster jenis pasir dan 2.978 ekor benih lobster jenis Mutiara.

Polisi terus melakukan pengembangan dan penyelidikan dan menemukan tempat penyimpanan kolam pengakaran benih lobster didaerah Tulungagung Jawa Timur,”ujar Kombes Gideon Arif Setiawan di Mapolda Jatim Senin (02/12/2019).

Modus yang dilakukan oleh para tersangka dengan cara mengumpulkan benih lobster terlebih dahulu dikolam pengakaran. Selanjutnya benih lobster tersebut dikemas untuk proses pengiriman dengan menggunakan kendaraan menuju wilayah Bogor Jawa Barat.

Ribuan benih lobster tersebut rencananya akan dikirim ke luar negeri yaitu Singapura dan Vietnam. Berdasarkan dari pengakuan para tersangka, mereka menjual baby lobster tersebut seharga Rp 200.000 per ekor,” kata Kombes Gideon.

Dari hasil penangkapan itu, Polisi menyita barang bukti 1.278 ekor benih lobster terdiri dari 7.300.ekor benih lobster jenis pasir dan 2.978 ekor benih lobster jenis Mutiara senilai Rp 1,5 milyar.

1 unit mobil Daihatsu Xenia warna putih, uang tunai sebesar Rp 1.000.000, 4 buah Handphond serta 2 buah ATM BCA dan dua buah buku rekening Tahapan BCA..

Saat ini para pelaku harus menginap di Hotel Prodeo Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya.

Mereka terancam pasal 86 ayat (1) junto pasal 12 ayat (1) dan pasal 92 junto pasal 26 ayat (1) undang undang nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas undang undang nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan junto pasal 55 ayat (1) KUHP. (rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here