Polres Tanjung Perak Gagalkan Penyelundupan Ratusan Pil Ektacy Dari Kalimantan Timur

0
339

SURABAYA–Suksesinasional.Com– Petugas Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika jenis pil ekstacy. Satu orang tersangka yang merupakan kurir berinisial MFR berhasil ditangkap di Kota Samarinda Kalimantan Timur.

Kapolres Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto saat gelar Pres Release di Mapolres Tanjung Perak menjelaskan, penangkapan pelaku diawali saat petugas mendapat informasu dari masyarakat akan ada pengiriman paket berisi narkotika jenis pil ektacy jenis Inex dari pulau Kalimantan.

Narkotika jenis pil ektacy dikirim pada tanggal 21 November 2019 sekira pukul 11:30 Wib melalui jasa pengiriman ekpedisi PT (JNE) di daerah Jalan Demak Kelurahan Tembok Dukuh Kecamatan Bubutan Surabaya. Polisi kemudian menindaklanjuti dengan melakukan Control Delevery dan berkoordinasi dengan pemilik jasa pengiriman untuk memastikan informasi tersebut.

Untuk mengelabui petugas, paket tersebut dikemas dan dibungkus dengan baju bekas. Ketika proses koordinasi dengan titipan kilat kita buka bersama kita video dan kita foto buat berita acara. Akhirnya polisi menemukan 200 butir pil ektacy (ineks),”ujar Kapolres Tanjung Perak Kamis (12/12/2019).

Menurut dari pengakuan tersangka, Pil ektascy jenis Diamond dan merk gold ini dikirim dari Kalimantan Timur tepatnya dari Kota Samarinda.

Pada hari Sabtu tanggal 23 November 2019 sekira pukul 17:30 Wit. Polisi kemudian berkordinasi dengan pemilik Jasa PT (JNE) di Jalan A Wahab Syahrani Kalimantan Timur serta petugas Polda Kalimantan Timur. Berdasarkan informasi dari intelijen bahwa alamat yang menjadi tujuan dari paket tersebut adalah kampung zona merah,” tutur Kapolres.

Dia menambahkan, penangkapan pelaku sempat terjadi kejar kejaran dengan petugas. Meskipun sempat mengalami kesulitan karena terbentur medan, pelaku berhasil kita tangkap,” katanya.

Menurut dari pengakuannya, tersangka mendapat kiriman dari seorang kurir berinisial HR (DPO) warga Kota Samarinda Ilir Kalimantan Timur. Dia mengaku sudah dua kali menerima paket kiriman dari Pulau Kalimantan.

Sekali menerima dan mengantarkan kepada pemiliknya, pelaku mendapat upah sebesar Rp750.000 beserta uang makan sebesar Rp 2.000.000.

Berdasarkan keterangan dari petugas Polda Kalimantan, pemilik barang tersebut merupakan seorang residivis dan bandar besar di Kalimantan Timur bernama Alam Febriawan (DPO). Saat ini kasus tersebut akan kami kembangkan agar para pelaku secepatnya tertangkap,”tutur Kapolres.

Polisi menyita barang bukti 1 buah kardus bekas teh warna kuning berisi 8 lembar pakaian bekas,1 buah klip plastik berisi 50 butir pil ektacy warna oranye bentuk diamond seberat 20,37 gram, 1 bunhkus plastik berisi 50 butir pil ektacy warna krem bentuk balok seberat 20,34 gram,1 bungkus plstik berisi pil ektacy seberat 40,07 gram.

Pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini terancam Pasal 144 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) undang undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” pungkasnya.(rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here