Hasil Uji Laboratorium, Beras BPNT di Arjasa Ternyata Tidak Mengandung Plastik

0
58
FOTO-- Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep M.Iksan Saat Memberikan Keterangan Terkait Beras Plastik (REPOTER/ Aang )

SUMENEP–Suksesinasional.Com– Adanya indikasi beras plastik program BPNT yang sempat beredar di desa Pajanangger Kecamatan Arjasa pulau Kangean kabupaten Sumenep Madura, akhirnya dinyatakan tidak mengandung plastik seperti yang di khawatirkan masyakarat.

Hal itu berdasarkan hasil laboratorium di Jawa Timur tidak menemukan unsur palstik yang dikandung dalam beras sampel yang dikirim melalui Dinas Pertanian provinsi Jawa Timur. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan, dihadapan sejumlah wartawan, Jum’at (14/02/2020).

Menurutnya, sesuai hasil laboratorium yang baru diterima Kamis kemarin atas beras sampel yang dikirim sejak tanggal 30 Januari lalu tersebut tidak mengandung bahan plastik.

” Hasil laboratorium menyatakan tidak ada unsur plastik, namun beras tersebut masuk kategori beras premium sesuai standar yang ditetapkan dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).” Jelas Iksan usai melakukan pertemuan dengan pihak kepolisian dan kejaksaan di kantornya.

Ditegaskan, dari hasil laboratorium tersebut selanjutnya akan disosialisasikan kepada masyarakat di kepulauan Arjasa. Hal tersebut dilakukan untuk menjawab keresahan masyarakat yang masih belum mengetahui hasil laboratorium yang dilakukan tersebut.

Dikatakan mantan Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disbudparpora kabupaten Sumenep ini, untuk teknis penyaluran BPNT berikutnya diserahkan kepada suplayer dengan e-warung seperti apa. Apakah beras yang sudah ada itu yang akan disalurkan atau akan diganti dengan beras lainnya.

” Ada empat macam cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengetahui apakah beras tersebut mengandung plastik atau beras murni.” tandasnya.

Lebih lanjut Iksan memaparkan, empat langkah yang bisa dilakukan dalam mendeteksi beras, pertama beras jika dimasukkan dalam air akan tenggelam dan plastik mengambang, kedua baunya jelas berbeda bagi yang paham.

” Kemudian ada perubahan warna pada air rendaman beras yang merupakan zat karbohidrat berwarna putih, kemudian dibakar jelas akan kelihatan plastik dan beras serta terakhir bisa dilakukan dengan dimasak bubur, bila kaku dan keras berarti plastik,” pungkasnya.(ang/ren)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here