Jadi Langganan Banjir, Warga Bandilwungu Tunggu Normalisasi

0
61
FOTO--Sejumlah Sawah Yang Terkena Banjir di Desa Bandilwungu Kabupaten Situbondo Jawa Timur (REPORTER /Suksesinasional.Com)

TULUNGAGUNG –Suksesinasional Com–Tingginya curah hujan di Kabupaten Tulungagung saat ini menyebabkan petani di Desa Bendilwungu dan Podorejo Kecamatan Sumber Gempol resah. Pasalnya , tanaman padi milik mereka setiap kali tanam terendam banjir. Bahkan meskipun curha hujan tidak terlalu lebat.

Supiyah (47), seorang petani warga Bendilwungu menuturkan, sawah dan padang miliknya sering terendam banjir. Bukan hanya sawah milik saya saja, tetapi hampir semua para petani yang memiliki sawah disini juga merasakan hal yang sama,” ungkap wanita ini sembari menunjukkan area persawahan miliknya.

Dia berharap, program pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam upaya normalisasi sungai mampu mencegah luapan air saat turun hujan.

“Normalisasi sungai yang diwacanakan kami rasa amat tepat untuk mengantisipasi luapan air sungai, semua warga disini menunggu realisasinya,” imbuh wanita yang menggunakan kerudung tersebut.

Hal senada juga dikeluhkan oleh warga bernama Supriyanto. Pria berusia 45 tahun yang merupakan warga Desa Podorejo menyampaikan. Luapan sungai besar di hilir bisa juga mengakibatkan banjir, jika di daerah Kalidawir hujan lebat.

“Sungai ini kan nyaris tidak ada tangkisnya, jika ada kiriman banjir dari selatan dan penjaga dam Ngipeng tidak sigap bisa juga banjir.

Jadi selain normalisasi perlu adanya tanggul yang agak tinggi agar tidak meluap ke area sawah dan rumah warga,” tutur dia.

Sementara itu, Kabid Operasional dan Pengendalian Dinas Pengairan Kabupaten Tulungagung, Karna Tukul menyampaikan, program tersebut sudah masuk ke kantornya, dan saat ini dalam proses.

“Memang program tersebut sudah dalam pantaun kami, dan saat ini dalam proses dikarenakan status sungai tersebut masih sungai alam.

Itu harus ada persetujuan dari para pemilik tanah sekitar, sehingga diperlukan kerjasama dari pihak pihak terkait agar clear tanpa masalah dikemudian hari,” terangnya.

Dia juga menambahkan, normalisasi sungai Bendilwungu-Podo tersebut bukan satu-satunya proyek yang ditangani, di Tulungagung ada 32 proyek serupa yang juga menunggu pengerjaannya.

“Untuk anggaran PAD kan terbatas, sehingga perlu adanya pengajuan ke Provinsi, atau semoga PAK tahun ini bisa dialokasikan untuk pengerjaannya, itu bisa jadi prioritas karena banjir tersebut melibatkan rumah warga,” imbuhnya.

Pantauan wartawan Suksesinasional.Com dilapangan mendapatkan, puluhan hektare sawah tersebut memang perlu dilakukan normalisasi.

“Terlebih, aliran sungai menuju sungai besar, selain sempit juga dangkal, sehingga air hujan tidak bisa mengalir dengan bebas dan merendam areal sawah sampai lebih dari 3 hari.

“Selain sawah yang tergenang, rumah warga di Dusun Ngadirogo, Desa Podorejo jika hujan lebat juga terkena banjir. (Tur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here