Pembangunan Jembatan Gantung Habiskan Dana Milyaran Rupiah Dapat Sorotan Dari LSM Siti Jenar

0
258
FOTO --Kondisi Jembatan Gantung Yang Mengalami Kerusakan Akibat Dikerjakan Secara Asal Asalan (REPORTER /Supriadi )

SITUBONDO–Suksesinasional.Com- Pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan dua Desa di Kabupaten Situbondo mendapat sorotan dari LSM Siti Jenar. Pembangunan jembatan diduga dikerjakan asal asalan. Hal ini tampak terlihat jelas dan sangat membahayakan masyarakat saat melintas diatas jembatan tersebut.

Lebih miris lagi kondisi dibeberapa titik Jembatan Gantung didua desa menggunakan dana APBN tahun 2019 senilai 8.081.520.000.00 rupiah.

Proyek dengan nama Paket Kegiatan Pembangunan Jembatan Gantung Alas Bayur cs dikerjakan oleh PT Badja Nusantara yang dinaungi oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah satu provinsi Jawa Timur.

Berdasarkan pantauan awak media, proyek jembatan itu diduga dikerjakan asal jadi alias asal asalan. Hal ini dikarenakan tempat dan titiknya sangat jauh dari pengawasan, padahal hingga saat ini masih dalam tahap pengerjaan.

Dan ironisnya lagi, meski proyek ini masih dikerjakan, namun dibagian lain sudah ada yang retak dan sudah mengalami kerusakan.

Pemandangan ini dapat dijumpai di Jembatan gantung Desa alas Bayur Kecamatan Mlandingan dan di desa Patemon Kecamatan Bungatan.

Menurut Ketua LSM Siti Jenar Eko Febrianto, sangat disayangkan jika kondisi seperti ini dibiarkan. Pasalnya,  proyek yang menghabiskan dana milyaran rupiah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN ) seharusnya mendapat pengawasan dari konsultan pengawas dan Satuan Kerja Pelaksanaan Satuan kerja Jalan Nasional wilayah satu Jatim,” kata Eko Febrianto.

Jika demikian, lantas kemana dan apa fungsinya konsultan pengawas. Padahal konsultan pengawas dibayar untuk melakukan pengawasan terhadap pekerjaan yang dikerjakan oleh kontraktor, namun demikian publik juga wajib berperan aktif dalam mengontrol setiap proyek Pemerintah.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, sudah bisa dipastikan umur jembatan gantung yang terletak di dua desa ini tidak akan bertahan lama,” tandas Eko.

Sejumlah pengguna jembatan dan pengunjung wisatawan lokal kepada awak media ini mengaku sangat prihatin dengan kondisi jembatan gantung yang sedang dibangun, tetapi hanya dalam hitungan minggu sudah ada kerusakan di sejumlah titik.

Sementara itu Ketua LSM Siti Jenar ketika dijumpai dikediamannya mengatakan, dirinya merasa aneh, dengan pihak pihak yang terlibat dalam proyek jembatan tersebut.

Seharusnya proyek senilai puluhan milyar rupiah ini semestinya harus diawasi, agar kwalitas jembatan gantung dapat terjaga dengan baik.

Menurut Eko, ini yang kerja jelas kontraktor abal abal dan cari untung gede ini, tapi kenapa pemerintah diam saja, tolong diberitakan ya supaya mata mereka terbuka, ” semprot Eko.

Saat LSM Siti Jenar melakukan investigasi dilapangan, posisi tiang Jembatan disebelah barat agak miring kurang lebih 1,5 meter (Tiang Atas) miring keselatan.

Posisi jembatanpun Ikut miring apabila ini dipergunakan, jelas akan membahayakan. Apalagi tiang penyangga diujung jembatan tanpa pondasi,”beber Eko.

Eko menambahkan kami mempunyai data lengkap kok, dokumentasinya, apalagi tiang atas cagak yang miring tersebut jauh dari kata standard jembatan gantung

Masih kata Eko, proyek tahun anggaran 2019 itu juga kualitasnya sangat rendah, sehingga mudah hancur dan rusak. Terbukti, dari penelusuran kita dilapangan, kita menemukan titik-titik penyangga yang mengalami kerusakan,” pungkas Eko.

Hingga berita ini diturunkan pihak perwakilan PT Badja Karya Nusantara saat dihubungi Suksesinasional.Com belum dapat memberikan keterangan. (sup)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here