Polda Jatim Bekuk Pelaku Transaksi Driver Ojol Fiktif, Gunakan Puluhan Akun Bodong

0
160
FOTO--Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol R Pitra Ratulangie Didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko Saat Gelar Perkara Di Mapolda Jatim (FOTOGRAFER / Sukseasinasional.Com )

SURABAYA–Suksesinasional.Com– Tim Resmob Jogo Boyo Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim kembali menangkap dua orang diduga melakukan transaksi fiktif melalui aplikasi Ojek Online (Ojol) bernilai ratusan juta rupiah.

Modus operandinya para pelaku menggunakan puluhan akun Driver dan Customer fiktif. Awalnya polisi menangkap tersangka M. Zaini (35). Setelah dilakukan pengembangan petugas kembali menangkap pemasok ribuan SIM card berinisial NS (27)  warga asal Kabupaten Malang Jawa Timur.

Kasus ini terungkap bermula saat Tim Resmob Jogo Boyo mendapat informasi bahwa tersangka MZ adalah bandar judi online. Namun setelah ditelusuri adalah operator puluhan akun Driver Ojol dan Customer Gofood.

Para pelaku ini menggunakan aplikasi Ojol untuk memperoleh keuntungan dengan menggunakan puluhan akun bodong,” ujar Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol R Pitra Andrias Ratulangie didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya Jum’at (28/02/2020).

Para tersangka ini seolah olah menjadi Driver Ojol sejak bulan Agustus 2019 sampai Februari tahun 2020 dengan membuat akun Gofood dan Gobis fiktif. Mereka melakukan order khusus makanan (Gofood) dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari bonus atau point dari aplikasi Ojek Online.

Tersangka menggunakan kartu perdana Axis yang telah diregistrasi dengan menggunakan Kartu Keluarga (KK) dan Nomor Induk Keluarga (NIK) milik orang lain. Berdasarkan dari keterangannya, para pelaku mendapatkan ribuan kartu perdana Axis dari seseorang yang identitasnya sudah diketahui, makannya kasus ini terus kita kembangkan ,” kata Pitra.

Kasus ini akan terus kita kembangkan untuk menangkap para pelaku lainnya.Jangan sampai dibuat untuk melakukan tindak pidana karena dampaknya sangat luas terhadap orang lain. Akibat dari ulah para pelaku ini banyak masyarakat yang dirugikan khususnya para Driver Ojek Online yang resmi milik perusahaan aplikasi Online tersebut.

Dari hasil penangkapan ini polisi menyita barang bukti 8.850 buah SIM card Axis yang telah diregistrasi, 40 buah Hp merk Xiaomi, enam buah Hp merk Nokia sebaga antifator, dua buah Hp merk Evercros, sebelas buku tabungan Bank BCA, enam buah ATM BCA serta tiga buah chager Hp.

Akibat dari perbuatannya para tersangka akan dijerat pasal 35 jo pasal 51 ayat (1) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE atau pasal 378 KUHP jo pasal 56 KUHP dengan hukuman 12 tahun penjara ,” tandasnya .(**)

Reporter = M.Rusdi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here