Puluhan Warga Kukusan Ngeluruk ke Kantor Balai Desa, Tuntut Jalan Yang Rusak

0
75

SITUBONDO–Suksesinasional.Com–Warga desa kukusan kecamatan Kendit ngeluruk ke balai desa kukusan karena adanya jalan yang rusak dibeberapa titik¬† akibat dilaluinya dum truck bermuatan material yang di duga melebihi batas muatan / tonase. Ini akibat muatan yang berlebihan jalan jadi rusak,” jelas pipit selaku kordinator aksi Jum’at (14/02/2020)

Pipit bersama warga lainnnya meminta pertanggung jawaban kepada H. Halim selaku orang yang di anggap oleh warga yang harus bertanggung jawab terkait rusaknya jalan tersebut.

Menurutnya karena yang nguruk / nimbun pekarangan kosong adalah tanah milik H.Halim maka secara otomatis dia yang harus bertanggung jawab,” kata pipit.

Warga meminta kepastian pertanggung jawaban/ berita acara hitam di atas putih. Sebelum itu terlaksana, warga tidak akan tinggal diam dan terus akan melakukan aksi,”¬† jelas salah seorang warga.

Hadir Dalam pertemuan tersebut muspika Kecamatan Kendit , mulai dari camat Kendit Sigit, Kapolsek Kendit AKP Yatno, Danramil Kapten Nasikin, perwakilan dari Dinas PU, Kabid Bina Marga Arifin serta Kades Kukusan Ayyup serta sejumlah warga.

Kapolsek Kendit meminta warga untuk saling menjaga ketertiban umum jangan sampai terprofokasi apalagi melakukan hal yang anarkis, jaga kondusifitas. Pihaknya tidak akan mentoliler tindakan anarkis, percayakan kepada pihak keamanan,”jelas Kapolsek .

Sementara itu Camat Kendit Sigit minta kepada para pihak pihak terkait supaya percaya kepada lembaga resmi negara seperti kepolisian , TNI , serta Lembaga pemeritah sebagai instrumen negara . Segala sesuatunya tolong kordinasi,” jelas Sigit .

Sementara itu Dinas Bina Marga akan mengundang H.Halim selaku pihak terkait jalanan yang pada rusak. Dalam tukar pendapat sempat bersitegang antara Kades Ayyup dengan peserta aksi bernama Dadang ,

Menurut ayyup, seharusnya masyarakat kukusan berterimakasih kepada H.Halim karena sudah bersedia tanahnya di jadikan tempat umum dan itu atas bujukan saya selaku Kades.

Terus terang desa kukusan tidak punya tempat luas untuk di jadikan kegiatan umum misalnya pengajian atau kegiatan oleh para warga .

Namun salah satu warga “Dadang” mengatakan bahwasanya Kepala desa kukusan tidak mampu melakukan terobosan pembangunan Desa.

Dan di anggap tidak mampu juga dalam pengadaan tempat umum seperti lapangan olah raga, bukankah dananya sudah tersedia melalui dana Desa, sekarang tinggal kemauan kita melalui Kades . Mau tidak kades menjawab tantangan sekaligus kepercayaan masyarakat yang sekarang,” tuturnya.

Bukankan itu salah satu janji politik Kades ketika masa Kampanye Pilkades . Katanya Kades siap mensejahterakan rakyatnya,” tandas dia.

Namun sangat disayangkan, pertanyaan tersebut belum sempat di jawab oleh Kades waktunya sangat mepet dengan pelaksaan sholat jum’at,” pungkasnya. (Sup)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here