Dikerjakan Asal Asalan, Proyek Jembatan Gantung Alas Bayur di Duga Gunakan Material Secara IIegal

0
308
FOTO--Proyek Jembatan Gantung Alas Bayur Yang Dikerjakan Oleh PT Badja Karya Nusantara Menggunakan Bahan Material Ilegal (REPORTER /Supriadi)

SITUBONDO–Suksesinasional.Com– Pengerjaan proyek pembangunan Jembatan Gantung di Desa Alas Bayur Kabupaten Situbondo dikerjakan oleh PT Badja Karya Nusantara yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN ) senilai Rp 8.081.520.000.00 diduga kuat menggunakan bahan material galian C tanpa izin atau ilegal.

Informasi yang berhasil dihimpun Suksesinasional.Com pada hari Sabtu (29/2/2020) dari Ketua umum LSM SITI JENAR Situbondo  Eko Febrianto menjelaskan. Bahwasanya bahan material batu kali yang digunakan perusahaan tersebut untuk kebutuhan material badan jalan dan jembatan disuplai dari seorang mantan Kades yang juga suami dari Kades Desa Alas Bayur saat ini.

Bukan hanya menyuplai material ilegal saja, sang mantan Kades itu pun juga mengambil peranan dalam pembangunan jembatan, mulai dari pengecoran pemasangan pondasi dan lain lain.

Pada saat melakukan pengecoran tersebut juga memakai cara manual. Ironisnya lagi para pekerja lokal tidak mempunyai skill atas kegiatan besar semacam Ini dan sebagian pekerjaan di borong oleh suami ibu tinggi, (Lurah) yang juga mantan Kades kurang lebih senilai Rp 850 juta. Belum lagi pengadaan material berupa batuan dan lain lain,” ujar Eko Febrianto.

Eko menjelaskan, dalam hal ini, pengerjaan proyek jembatan gantung Alas Bayur CS ini kian mendapat sorotan tajam dari aktivis anti korupsi diantaranya LSM Siti Jenar pasca ditemukannya pekerjaan yang semrawut dan rusak di beberapa titik. Padahal pekerjaan masih dalam tahap finishing.

Lebih lanjut eko Febrianto saat ditemui awak media mengatakan, material yang diambil dari sekitar proyek tidak memiliki izin karena kontrak kerja antara pemilik batu kali dengan Kontraktor, tanpa didasari izin yang dikeluarkan oleh Dinas terkait, saya pastikan itu,” ungkapnya

Sedangkan material yang sudah dipasok untuk kebutuhan peroyek tersebut (jembatan gantung Alas Bayur Cs) dengan masa kerja selama 84 hari ini diprediksi sudah mencapai ratusan bahkan ribuan kubik.

Harusnya kan kontraktor seyogyanya taat pada aturan bukan hanya mencari keuntungan semata. Perusahaan konstruksi yang menerima berbagai jenis material dari penambangan ilegal untuk pembangunan proyek, bisa dipidana sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” beber Eko.

Dia juga menambahkan, jika ada indikasi suatu proyek pembangunan menggunakan material dari penambangan tidak berizin, maka kontraktornya bisa dipidana.

Eko mencontohkan salah kontraktor di Kabupaten Brebes yang dipidana gara-gara yang bersangkutan terbukti menggunakan material bangunan dari penambangan ilegal.Maka dari itu aparat penegak Hukum /APH Kabupaten Situbondo juga harus tegas mengenai hal ini.

Ditempat terpisah, pemilik material yang juga suami Kades alas Bayur hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi oleh tim kami dilapangan,” pungkasnya. (sup)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here