Abaikan Phycical Distancing, Ratusan Warga Kena Razia Polisi Jawa Timur

0
719
FOTO ISTIMEWA -- Kabid Himas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko Saat Memberikan Keterangan Pers di Mapolda Jatim (KONTRIBUTOR // Suksesinasional.Com )

SURABAYA– Suksesinasional.Com–Menindak Lanjuti maklumat Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz tentang pencegahan Covid 19 yang dikeluarkan beberapa waktu lalu.

Polda Jatim beserta Polres jajaran secara serentak melakukan giat razia dan pembubaran kerumunan warga disejumlah warkop dan tempat hiburan di Jawa Timur.

Bagi warga yang kedapatan nongkrong diwarkop dan tempat hiburan. Petugas langsung membawa ke kantor polisi.

Untuk membuat efek jera, mereka diharuskan membuat surat pernyataan secara tertulis supaya tidak mengulangi lagi.

Mereka juga diminta bersedia mendukung program pemerintah dalam pencegahan peredaran virus Corona yang sangat meresahkan masyarakat Indonesia.

Adapun giat razia untuk wilayah Kota Surabaya pada hari Kamis (26/03/2020) malam dipimpin langsung Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho. Polisi berhasil mengamankan sedikitnya 63 orang yang kedapatan nongkrong diwarkop dan tempat hiburan malam

Sementara Polres jajaran yang telah melaksanakan kegiatan razia pencegahan virus Corona dan mengamankan sejumlah warga diantaranya
1. Polresta Sidoarjo mengamankan sebanyak 35 orang
2. Polresta Malang Kota sebanyak 40 orang.
3. Polres Kediri sebanyak 10 orang
4. Polres Trenggalek sebanyak 10 orang
5. Polres Pasuruan Kota sebanyak 10 orang
6. Polres Bondowoso sebanyak 9 orang
7. Polres Malang sebanyak 18 orang
8. Polres Bojonegoro sebanyak 15 orang
9. Polres Pasuruan sebanyak 23 orang
10. Polres Bangkalan sebanyak 11 orang
11. Polres Batu sebanyak 5 orang

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Polda Jatim beserta jajaran akan terus melakukan kegiatan dan penindakan terhadap masyarakat yang belum patuh terhadap anjuran pemerintah berupa sosial distancing atau sosial fisical.

Giat razia ditempat hiburan dan tempat – tempat yang dijadikan kerumunan warga akan tetap dilakukan selama masa tanggap darurat bencana Covid 19 belum dinyatakan berakhir.

Bahkan tidak menutup kemungkinan, kami akan melakukan tindakan yang lebih tegas lagi yaitu penindakan secara hukum bagi masyarakat yang masih melanggar aturan ” tegas Trunoyudo. (**)

Reporter = M.Rusdi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here