Bongkar Kasus Order Fiktif, Polda Jatim Dapat Apresiasi Dari Komisi III DPR RI

0
185
FOTO -- Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan Bersàma Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan Saat Gelar Perkara Kasus Ojol Fiktif di Mapolda Jatim (KONTRIBUTOR / Suksesinasional.Com)

SURABAYA–Suksesinasional.Com– Kerja keras Tim Jogo Boyo Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jatim mendapat apresiasi dari Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan.

Kali ini Tim Satgas Jogo Boyo kembali menunjukan taringnya dengan menangkap empat pelaku kasus Ojek online (Ojol) dengan menggunakan order fiktif. Para tersangka berhasil ditangkap ditiga wilayah yang berbeda diantaranya Kabupaten Malang , Nganjuk dan Semarang.

Mereka adalah Nur Fatoni (35) warga Kabupaten Nganjuk, M Nurudin (35) warga Semarang dan Ruslan Setiawan (37) warga Malang serta Fakhri Setya Perdana (19) warga Kabupaten Malang.

Sebelumnya polisi telah menangkap dua orang tersangka yaitu M.Zaini (35) dan Nafis Suhandak (27) keduanya merupakan warga Kabupaten Malang Jawa Timur.

Total keseluruhan para pelaku ojek online yang menggunakan order fiktif sebanyak enam orang tersangka dan telah menjalani proses hukum di Mapolda Jatim.

Sementara itu barang bukti yang berhasil disita oleh polisi sebanyak kurang lebih 70 ribu SIM card (Subcrider Identy Module Card) dari empat provider yaitu Axis, Telkomsel, XL dan Indosat.

Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Luki Hermawan saat konferensi pers mengatakan, pihaknya sejak awal tahun serius menangani kasus Gojek ordet fiktif yang merupakan pelaku kriminalitas melalui dunia maya yang diawali dengan manipulasi data pengguna SIM card yang telah diregistrasi.

Melalui kartu SIM card yang telah diresgistrasi memakai data orang lain, para sindikat ini melakukan aksi kejahatannya.Kita akan terus kembangkan kasus ini, dari mana para pelaku mendapatkan puluhan ribu kartu SIM card ini ,”ujar Irjen Pol Luki Hermawan di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya Kamis (05/03/2020).

Luki menjelaskan, pihaknya akan berkordinasi dengan pihak terkait termasuk Kominfo, Kemedagri Dukcapil dan KPU menjelang pelaksanaan Pilkada tahun 2020 mendatang.

Tidak menutup kemungkinan akan kami ungkap tentang kasus perbankan, judi online investasi bodong, Cyber narkotik, Cyber teroris dan arisan online serta kasus prostitusi online. Semua akan kita ungkap melalui kartu SIM card ini,” kata Luki Hermawan.

Sementara itu Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan sangat mengapresiasi kerja keras yang dilakukan Polda Jatim telah berhasil mengungkap kasus order fiktif ini.Ini adalah kejahatan luar biasa.

Kita bisa melihat bagaimana data pribadi kita bisa dengan mudah terkoyak tidak terlindungi dan tidak terjamin. Dimulai dengan satu orang membuat 40 akun driver bodong dan menciptakan ribuan konsumen fiktif.

Permasalahannya bukan masalah SIM card yang telah diregistrasi.Tapi bagaimana data yang menggunakan data KK dan NIK kita dengan mudah dibobol oleh orang lain. Ini menunjukan bahwa data perlindungan di Republik ini tidak dijamin.

Kita harus sadar bahwa perlindungan data pribadi wajib hukumnya dan harus dilakukan penegakan hukum yang serius bagi para pelaku kejahatan ini,” tutur Arteria Dahlan.

Pihaknya berharap Polda Jatim terus mengusut tuntas kasus ini siapa yang bisa mengakses data data pribadi ini, orangnya siapa. Kok bisa melakukan seperti itu, ini bukan hanya sekedar tindak pidana tapi sudah menyangkut serangan langsung tentang kedaulatan Negara.

Bagamana data rakyat indonesia secara terstruktur dan sistematis sacara masif bisa dihambur hamburkan dan bisa tahu data pribadi orang lain.,”tutur Arteria.

Pihaknya berharap kasus ini betul- betul ditangani dengan tuntas karena merupakan kejahatan data pribadi. Panggil pihak pihak yang terlibat . Komisi III akan mendukung penuh Polda Jatim dalam penanganan kasus kejahatan dunia maya ini ,” tutup Arteria Dahlan.(**)

Reporter = M.Rusdi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here