Diduga Stres, Pemuda Bunder Tega Aniaya Ayah Kandungnya Sendiri

0
351
FOTO ISTIMEWA -- Tersangka Penganiaya Orang Tuanya Sendiri Saat di Mapolsek Glagah Lamongan (REPORTER /Khoirul Anwar )

LAMONGAN — Suksesinasional.Com-– Perbuatan Indra Irawan (36) warga Dsn Bunder Desa Margoanyar Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan Jawa Timur tak pantas dicontoh dan ditiru.

Pria yang bekerja sebagai pemulung tersebut tega menghajar Askur (65) yang tak lain adalah ayah kandungnya sendiri. Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka serius dan terpaksa dibawa ke rumah sakit Muhammadiyah untuk mendapatkan perawatan.

Kejadian penganiayaan bermula saat pelaku merasa  dendam pada orang tuanya sejak lama. Entah setan apa yang merasuki pemuda yang diduga stres itu, tega memghajar korban dengan sebuah batang kayu ke tubuh korban, utamanya bagian muka dan kepalanya.

Akibat penganiyaan yang terjadi pada hari Selasa (10/03/2020) sekitar pukul 02:00 Wib itu, korban mengalami luka cukup serius.
Kepada petugas pelaku mengaku menghajar korban karena merasa dendam dan kurang perhatian.

Anak durhaka ini juga mengaku menghajar korban dengan memakai batu kumbung berikuran 12 x 28cm dan ketebalan 8 cm, dan gagang sapu ijuk 75cm hingga menjadi dua bagian.

Saat kejadian dirumah tersebut diketahui lansung oleh anggota keluarga, yakni Patimah (61) istri korban, dan Fitri Ariani (20) adik kandung tersangka. Akhirnya kedua saksi itu minta pertolongan pada tetangga terdekat yakni Wahib (60) yang selanjutnya dilaporkan ke pihak yang berwajib, Polsek Glagah.

Selang beberapa waktu kemudian petugas mendatangi TKP dan menangkap pelaku. AKP Mokh. Kosim, mengatakan, jika kejadian tersebut adalah murni tindak kekerasan.

” Pasal yang di sangkakan yaitu
Pasal 44 Ayat 1 dan 2 UU no. 23 tahun 2004 tentang penghapusan KDRT, ” tegas Kapolsek Glagah.
Saat disinggung terkait tersangka yang mengalami gangguan jiwa, Kapolsek Glagah kurang yakin.

“Karena tersangka dengan jelas memberikan keterangan pada petugas, namun kalau stres kemungkinan benar. Karena berulang kali tersangka mengaku melakukan karena merasa kesal dan balas dendam terhadap korban.

Perkara ini kami menunggu dari pihak keluarga korban, kalau tidak ada pencabutan, ya proses kita lanjutkan, ” kata AKP, Moch. Kosim.

Sementara itu Hafid, S.Pd. Kepala Desa Margoanyar mengatakan berdasarkan informasi warga, jika tersangka mengalami gangguan jiwa.

” Bahkan pernah beberapa waktu yang lalu, pemerintah Kecamatan Dukun¬† Kabupaten Gresik, juga pernah memulangkan Yang bersangkutan, karena telanjang dijalan raya.

Kami berharap perkara ini bisa ada solusi yang baik, apakah nanti proses hukum dilanjutkan apa di cabut kita menunggu kesepakatan anggota keluarganya, ” kata Kepala Desa Margoanyar.(rul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here