Gembong Narkoba Yang di Tembak Mati Polrestabes Surabaya, Satu Bulan Bisa Jual 2 Kg Sabu

0
2681
FOTO ISTIMEWA-- Para Pelaku Saat Dipamerkan di Depan Para Wartawan didepan Ruang Kamar Mayat RSUD DR Soetomo Surabaya (KONTRIBUTOR/ Suksesinasional.Com )

SURABAYA–Suksesinasional.Com– Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polrestabes Surabaya Kembali menembak mati gembong narkoba beranama Roni (30) warga asal Kabupaten Bangkalan Madura Jawa Timur.

Pelaku merupakan residivis dan baru keluar dari Lapas sekitar 9 bulan lalu ini ditembak petugas Unit II Satreskoba Polrestabes Surabaya dikawasan Sidoarjo saat mau mengambil barang bukti sabu – sabu.

Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian saat Konferensi Pers mengungkapkan, pada hari Selasa tanggal 10 Maret 2020 mendapat informasi bahwa dijalan Lebak Jaya akan ada transaksi narkoba jenis sabu.

Polisi kemudian menindak lanjuti dengan melakukan kontrol delevery dan berhasil menangkap dua orang pelaku bernama Hafid Fauzan dan Romadoni. Saat dilakukan pengeladahan, petugas menemukan barang bukti 1 bungkus narkoba seberat 25 gram serta 2 buah handphone dan 1 unit sepeda motor.

Petugas memeriksa hanphone milik tersangka dan mendapatkan petunjuk bahwa sabu tersebut didapat dari seorang kurir bernama Muhammad Nour ,”ujar AKBP Memo Ardian dirumah Sakit Dr Soetomo Surabaya Jum’at (13/03/2020).

Memo menambahkan, kita lakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap pelaku MN didaerah Gresikan Surabaya. Polisi menyita barang bukti narkoba seberat 500 gram. Saat diinterogasi MN mengaku mendapat barang haram dari rekannya beranama RN.

Kemudian pada hari Kamis 12 Maret 2020 sekitar pukul 04:00 Wib polisi menggerebek rumah kost dijalan Suko Sidoarjo dan meringkus tersangka RN. Dari tangan pelaku, polisi menyita 7 poket sabu seberat 300 gram.

Dari pengakuan tersangka RN barang bukti sabu tersebut milik seorang bandar bernama Jawir (DPO) didaerah Kabupaten Malang Jawa Timur.

Ketika dilakukan pengembangan untuk mengambil barang bukti sabu didalam rumahnya, pelaku tiba -tiba menyerang petugas dengan senjata tajam.Kita terpaksa ambil tindakan tegas dengan menembak pelaku dan meninggal dunia,” tutur Memo Ardian.

Memo menjelaskan, kasus ini tetap kita kembangkan siapa atasannya, karena barang bukti yang berhasil kita amankan cukup besar. Berdasarkan dari data yang kita peroleh dalam satu bulan pelaku mampu mengedarkan sabu sebanyak 2 kg.

Padahal jika dihitung secara eceran harga per gram sabu mencapai Rp 400 ribu hingga Rp 800 ribu. Karena dalam sebulan bisa menjual 2 kg pelaku bisa membeli mobil mewah dan tidak menutup kemungkinan memiliki rumah dan barang berharga lainnya.

Kami akan terapkan dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) karena omset penjualan narkoba cukup besar bisa saja dibelikan barang berharga lainnya.,” pungkasnya.(**)

Reporter = M.Rusdi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here