Ketua KPA Temui Pimpinan Pondok Pesatren di Kabupaten Jombang

0
315
FOTO ISTIMEWA --Ketua KPAI Aris Merdeka Sirait Saat Berada di Salah Satu Hotel Kabupaten Jombang Jatim (KONTRIBUTOR /M.Rusdi )

JOMBANG – Suksesinasional.Com– Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh putra seorang Kyai berisial MSA di Kabupaten Jombang Jawa Timur mendapat perhatian dari Ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA), Aris Merdeka Sirait.

Dia (Aris) menemui KH Muhammad Muchtar Mu’thi yang merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Tarekat Shiddiqiyah disalah satu Hotel Kabupaten Jombang Jawa Timur Sabtu (07/03/2020) siang.

Usai melakukan pertemuan, Aris memberikan komentar soal dugaan pencabulan yang dilakukan MSA (Putra Kiai Muchtar).

Menurut Aris, kasus tersebut sudah ditangani oleh Polda Jatim dan bukan menjadi ranah KPA lagi karena korban bukan anak dibawah umur.

“Permasalahan hukum tentang dugaan pencabulan itu bukan jadi wewenang KPA. Karena pelapor bukan di bawah umur, karena sudah berusia 19 tahun, waktu 2017.

” Itu sudah dewasa, bukan anak di bawah umur. Jika usianya di atas 18 tahun sudah bukan lagi di bawah umur,” ujar Sirait saat ditemui para wartawan didepan Hotel.

Dia (Sirait) mengatakan, kami kesini hanya melakukan silaturahmi kepada beliau ( Kyai Tar ) karena kondisinya sedang sakit. Kami silaturahmi dengan Kyai. Beliau sakit karena habis jatuh,” ujarnya.

Menurut Sirait, masalah dugaan pencabulan, kalau pelapor sudah dewasa secara usia, tentu tidak ada hubungannya dengan anak-anak, berarti bukan ranah kami.

“Artinya secara umum, kalau itu usianya di atas 18 tahun ya bukan anak-anak lagi, dan kami tidak bisa memberikan komentar apapun karena i sudah dewasa.

Karena yang saya dengar itu sudah di atas 18 tahun. Tentu itu urusan orang dewasa. Maka saya tidak masuk dalam perkara ini,” beber Sirait.

Ditanya masalah hukum jika kasus tersebut bukan lagi ranah anak-anak, Sirait mengatakan, proses hukumnya harus sesuai prosedur orang dewasa.

“Yang saya dengar karena kasusnya orang dewasa, ya saya tidak bisa ikut campur proses hukumnya,” ungkapnya.

Sirait menambahkan, yang dimaksud kejahatan luar biasa adalah kejahatan dimana korbanya usia anak-anak.

“Tapi kalau itu dilakukan terhadap anak-anak, harus segera dilakukan penangkapan. Karena itu kejahatan luar biasa.

Jadi harus dibedakan antara anak-anak dan orang dewasa,” pungkasnya. (*rus*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here