Pasca Mencuatnya Virus Corona , Penjualan Masker di Tulungagung Meningkat

0
169

TULUNGAGUNG,–Suksesinasional. Com– Sejak mencuatnya kabar tentang Virus Corona di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur. Penjualan masker dan hand sanitizer disejumlah Apotek-Apotek meningkat drastis.

Seperti yang terjadi disalah satu Apotek Obat Guyub Rukun di Jalan MT Haryono, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung pada hari Rabu (04/03/2020).

Menurut Apoteker Asrofi Munzair S.Si yang merupakan penanggung jawab Apotek Guyub Rukun mengatakan. Sejak beredarnya pemberitaan tentang isu virus corona di Tulungagung, baru kemarin stok masker mengalami kekosongan.

Menurut Asrofi, saat ini yang masih ada hanya hand sanitizer, tapi stoknya tinggal sedikit. Dulu sebelum ada  virus corona, masker saya jual seribu rupiah perbuah.

Sekarang naik menjadi Rp 4 ribu perbuah. Di sini ada 3 jenis masker yaitu masker karet, masker hijab dan masker tali yang harganya sama. Untuk hand sanitizer  sebelumnya Rp 20 ribu sekarang naik Rp 40 ribu,” ungkapnya.

Kenapa penjualan masker dan hand sanitizer naik, Asrofi menjelaskan, saat ini distributor stoknya langka dan penjualannya naik. sebelumnya per kardus yang berisi 50 buah masker hanya Rp 30 ribu, saya jual Rp 300 ribu,”beber Asrofi.

“Bahkan ada pembeli yang pesen kartonan.  mereka membeli jumlah banyak bilangnya mau dikirim ke Hongkong,” terang Asrofi.

Permintaan yang tinggi membuat harga masker dan pengecer serta distributor menjadi naik. Sampai-sampai di beberapa Apotek di Tulungagung stok masker ludes dalam hitungan hari.

Selain karena virus corona, masyarakat sudah rajin untuk beli masker, karena untuk kebutuhan aktifitas seperti ke kantor atau ke sekolah. Jadi konsumsi masyarakat untuk membeli masker sudah tinggi.

Hal senada disampaikan oleh seorang ibu rumah tangga bernama Yulia Ramadani. Wanita berusia 32 tahun asal Desa Sambirobyong ini mengatakan, dirinya telah berkeliling mencari masker dan banyak yang kosong.

“Seharian saya keliling masuk ke sejumlah Toko, Swalayan sampai ke semua Apotek, masker dan hand sanitazer habis. lalu saya coba beli di Apotek perempatan Kemuning.
Stok masker tinggal dua pak, ya saya beli semuanya,” katanya.

Dia menjelaskan, satu paknya berisi 6 buah, harganya Rp 30 ribu rupiah. Meski harga meroket, karena itu penting buat saya dan keluarga ya tidak apa-apa,” tuturnya.(gus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here