Polresta Banyuwangi Bongkar Sindikat Pembuat Dokumen Palsu

0
144
FOTO ISTIMEWA-- Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin Saat Gelar Perkara Kasus Dokumen Palsu (KONTRIBUTOR/ Imam.)

BANYUWANGI –Suksesinasional.Com–Petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi berhasil membongkar kasus sindikat pembuat Dokumen Administrasi Kependudukan (Adminduk) palsu.

Sebanyak enam orang pelaku berhasil diringkus, dimana salah satunya tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur.

“Para pelaku masing masing berinisial SG, MA, MH, S, HK, dan RP.Tersangka SG ini merupakan seorang PNS,” ujar Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, saat Konferensi Pers Jumat, (06/03/2020) sore.

“Menurut Arman, pengungkapan kasus ini bermula ketika tersangka SG ingin merubah identitas kependudukannya dengan tujuan agar mudah keluar masuk Hotel.

Selanjutnya, SG menghubungi tersangka MA, yang sebelumnya pernah bercerita bahwa temannya di Jember bisa membuat KTP Elektronik aspal.

“Tersangka MA langsung menemui tersangka MH di Jember. Selanjutnya MH menemui tersangka S untuk membuat KTP pesanan pemohon dengan biaya Rp 200.000,” kata Arman.

Lebih lanjut Arman menjelasakan, tersangka S kemudian menemui HK untuk membeli material e-KTP bekas dari salah satu instansi di Kabupaten Jember seharga Rp 10.000 per unit.

“Setelah memperoleh material yang dibutuhkan, tersangka S langsung menemui tersangka RP yang berperan untuk mencetak e – KTP aspal tersebut,” beber Arman.

Kemudian tersangka RP melakukan pemalsuan dengan cara mengganti identitas kependudukan sesuai permintaan.

“KTP aspal ini juga diberi tanda tangan yang sudah disetting di perangkat komputer dan diberi stampel sesuai wilayah pemohon, sehingga kesannya dicetak oleh Dispenduk setempat,” jelas mantan Kapolres Lumajang ini.

Arman menambahkan, dalam pengungkapan kasus ini, polisi berhasil menyita barang bukti ratusan dokumen palsu berupa KK, Akte Cerai, Surat Keterangan, ljazah, Akte Kelahiran, satu perangkat komputer dan printer, serta 30 buah stampel.

“Untukmempertanggungjawabkan perbuatannya, ke enam tersangka kini harus mendekam di balik jeruji tahanan Mapolresta Banyuwangi.

Mereka akan dijerat pasal 96 A UU RI No. 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2006 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” pungkasnya. (mam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here