Polsek Pakal Tolak Laporan Kasus Arisan

0
177

SURABAYA -Suksesinasional.Com- Kasus dugaan penipuan yang dilakukan bandar arisan kampung bernama Tiur Siahaan, warga Pondok Benowo Indah Blok EG no.03 Kel. Babat Jerawat Kec. Pakal Surabaya berbuntut panjang.

Pasalnya, Salah seorang peserta inventasi arisan bernama Atik Susanti, warga Wonorejo 3 Manukan Kulon, Tandes Surabaya, menagih haknya kepada bandar arisan namun tidak digubris.

Kemudian Atik datang kembali kerumah bandar arisan bersama suaminya yakni Wijianto untuk menanyakan haknya.

Namun lagi-lagi hak yang seharusnya didapatkan tidak kunjung diberikan oleh bandar tersebut.

“Saya datang ke rumah bandar arisan, Tiur Siahaan untuk meminta hak uang arisan sebesar Rp 3.250.000,-. Namun tidak diberikan,” sebut Atik kepada wartawan, Minggu (22/3/2020).

Atik menambahkan, merasa ditipu oleh pihak bandar, suami saya naik pitam hingga terjadi adu mulut, kemudian muka Tiur Siahaan didorong hingga jatuh.

“Ini kan aneh mas, nagih hak uang arisan tidak dikasih kemudian bandar arisan Tiur Siahaan melaporkan suami saya atas tuduhan pemukulan menggunakan alat gembok. Padahal saya melihat kejadian itu suami saya hanya mendorong mukanya dengan tangan kosong,” ungkapnya.

Setelah laporan tersebut Wijianto ditahan di Mapolsek Pakal Surabaya. Atas tuduhan pemukulan dengan menggunakan benda tumpul.

Selanjutnya, Atik juga melaporkan bandar arisan tersebut namun oleh pihak Polsek Pakal tidak diterima.

“Katanya penyidik Polsek Pakal Surabaya, saksinya tidak ada dan tidak ada bukti otentik, maaf laporanya tidak bisa diterima,” terang Atik.

Atik menjelaskan, awalnya Tiur Siahaan mengadakan arisan kampung, pada bulan Januari – 2019 lalu. Total anggota sebanyak 13 orang dengan kesepakatan Rp.250.000,- tiap bulan dan mendapatkan haknya setiap sebulan sekali sebesar Rp.3.250.000,-.

Sementara itu, Kapolsek Pakal Kompol Khoiril membenarkan bahwa tersangka atas nama Wijianto ditahan lantaran terjerat kasus penganiayaan dan dijerat Pasal 351 KUHP.

“Iya, mas tersangka saat ini kami tahan dan kami jerat Pasal 351 KUHP,” ujar Khoiril.

Ditanya, soal pelaporan yang ditolak oleh Polsek Pakal, terkait kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh bandar arisan.

Kapolsek Pakal Kompol Khoiril mengatakan, kasus pelaporan tersebut tidak bisa di proses secara hukum.

“Saksi dan bukti otentiknya kurang kuat sehingga kami tidak bisa memproses laporan tersebut,” kata Khoiril, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (23/03/2020).(nardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here