Selama Dua Bulan, Polresta Banyuwangi Ungkap Tujuh Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur

0
125
FOTO -- Tersangka Sukarman Pelaku Pencabulan Terhadap Anak Tirinya Saat Diinterogasi Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin (REPORTER /Iman Hariyadi)

BANYUWANGI– Suksesinasional.Com — Polresta Banyuwangi Jawa Timur selama dua bulan terakhir berhasil mengungkap tujuh kasus pencabulan dan persetubuhan anak dibawah umur. Dari ketujuh kasus tersebut, sebanyak tujuh orang diamankan.

Para pelaku terdiri dari beragam usia, mulai dari remaja hingga orang lanjut usia (Lansia). Sementara enam orang ditetapkan sebagai tersangka dan satu orang dilakukan pembinaan karena masih dibawah umur.

Dalam kasus pencabulan tersebut para korban rata-rata masih berusia di bawah umur hingga remaja. Salah satu diantaranya ada yang mengalami cacat fisik dan cacat mental.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, enam dari tujuh kasus pencabulan dan persetubuhan tersebut, rata rata para korbannya termakan bujuk rayu pelaku yang tak lain adalah teman ataupun orang dekat para korban.

“Rata-rata para korbannya diberi iming-iming akan dinikahi dan diberikan sesuatu,” kata Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin saat Press Conference di halaman Mapolresta Banyuwangi, Senin (02/03/2020).

Tragisnya, dari ketujuh tersangka tersebut, salah satu pelaku  yang manjadi perhatian publik bernama Sukarman (68), warga Dusun Karangdoro, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari.

Pelaku tega menyetubuhi Bunga (nama samaran) yang merupakan anak tirinya yang mengalami cacat fisik dan cacat mental.

“Aksi bejat Sukarman itu, dilakukan sejak bulan Mei hingga bulan Oktober 2019. Dia melancarkan nafsu birahinya pada saat istrinya sedang tertidur pulas,” ucap Arman.

Dalam pengakuannya, Sukarman tega menyetubuhi anak tirinya hingga empat kali. Pria bejat ini mengaku tergoda ketika korban tidur dengan kondisi tidak mengenakan pakaian dalam.

“Saya tergoda karena anak tiri saya seringkali tidur tidak mengenakan pakaian dalam. Tapi setelah (menyetubuhi), saya merasa menyesal dan kasihan kepada anak saya,” ungkap Sukarman dihadapan polisi dan awak media.

Setelah kejadian itu, Sukarman mengaku menyesal atas perbuatannya. Namun apapun alasannya Sukarman tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatan tak senonohnya itu, karena telah dilaporkan ke aparat penegak hukum ,”tutur mantan Wadireskrimsus Polda Jatim ini.

“Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 81 ayat (1), (3) Jo Pasal 76D UU RI Nomor 16 Tahun 2016 tentang Penetapan Permen Pengganti UU Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya .(mam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here