Darurat Covid-19, Tokoh Lintas Agama Lamongan Keluarkan Maklumat Bersama

0
352

LAMONGAN – Suksesinasional.Com – Penyebaran Covid-19 terus berkepanjangan, di Lamongan sebelumnya merupakan wilayah belum terdampak, kini menjadi wilayah status darurat.

“Pandemi global penyebaran Covid-19 menjadikan Lamongan darurat kesehatan bagi masyarakat, sehingga Pemeribtah Kabupaten Lamongan mengeluarkan Maklumat bersama.

“Maklumat bersama ini ditandatangani oleh 17 tokoh di Lamongan yang terdiri dari Forkompimda Lamongan dan tokoh lintas agama. Ke 17 tokoh tersebut adalah Ketua MUI Lamongan KH. Abdul Aziz Choiri, Ketua DMI Lamongan KH.

“Abdussalam, Ketua FKUB Lamongan KH Masnur Arif, Ketua PCNU Lamongan Supandi, Ketua PCNU Babat Siswanto, Ketua PD Muhammadiyah Lamongan Ahmad Shodiqin, Ketua LDII Lamongan Mulyono, Gereja Katolik Lamongan Agus Stephanus, Gereja Protestan Lamongan Pdt. Paulus Suparno.

Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Lamongan Hadi Wiyono, Kapolres Lamongan AKBP Harun, Kajari Lamongan Diah Yuliastuti, Ketua DPRD Lamongan H. Abdul Ghofur, Ketua PN Lamongan R. All Muladi, Ketua PA Lamongan Mubarok, Pasi Intel Kodim 0812 Lamongan Kapten. Inf. Ahmad Mansur dan Kepala Kemenag Lamongan Drs. Sholeh, M.Pd

“Menurut Bupati Lamongan, H.Fadeli, SH, MM, jika Kab.Lamongan sudah darurat, dan perlunya dikeluarkan Maklumat bersama.

“Untuk itu, Kabupaten Lamongan mengeluarkan Maklumat dengan Penundaan dan pelaksanaan yang sifatnya berkumpul baik dari agama Islam, Katolik, Protestan dan Hindu.

Kalau bicara status darurat kesehatan masyarakat, di Kabupaten Lamongan, ini sudah pasti darurat . Jadi menurut saya ini memang sudah merupakan dasar dasar penanganan, ” tambahnya.

Fadeli juga menyebut, saat ini Lamongan terus berupaya untuk mengurangi aktivitas penyebaran virus covid 19 di wilayah Lamongan meningkat dari yang semula social distancing menjadi kampung distancing.

“Saat ini kita menerapkan menjadi kampung distancing dari yang semula hanya social distancing,” terang Fadeli.

Sementara isi poin Maklumat yang dibacakan KH.Masnur Arif Ketua FKUB Lamongan yaitu, diantaranya, bahwa seluruh kegiatan ibadah keagamaan yang sifatnya mengumpulkan massa dan kerumunan untuk sementara ditunda pelaksanaannya atau memanfaatkan teknologi informasi.

“Seluruh kegiatan ibadah keagamaan, baik di Agama Islam, Katolik, Protestan dan Hindu serta kegiatan keagamaan lain yang sifatnya mengumpulkan massa dan kerumunan untuk sementara ditunda pelaksanaannya atau memanfaatkan teknologi informasi,” kata Masnur s
saat membacakan maklumat bersama di Pendopo Lokatantra Lamongan, Rabu (01/04/2020).

“Poin keduanya para tokoh juga bersepakat bahwa terhitung sejak hari Jum’at (03/04/2020) akan datang. Ibadah sholat jum’at diganti dengan salat dhuhur di rumah masing-masing.

Sedangkan peribadatan di dalam gereja agar ditiadakan dan diganti dengan memanfaatkan teknologi informasi. Untuk salat maktubah 5 waktu berjamaah, baik di Masjid maupun Musholah, pelaksanannya diganti dengan sholat di rumah masing-masing.

“Pelanggaran atas isi maklumat bersama ini akan berkonsekuensi hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku,” kata Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).(rul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here