Madrasah Turut Ambil Peran Lawan Covid-19, Sumbang Hand Sanitizer dan APD ke Pemprov Jatim

0
259

SURABAYA– Suksesinasional.Com — Ditengah merebaknya virus Covid 19 yang meresahkan masyarakat Seluruh Indonesia. Rasa kebersamaan dan gotong royong perlu dilakukan antar elemen masyarakat  khususnya Jawa Timur.

Tak terkecuali Gerakan Madrasah Peduli Covid-19 (GEMPI) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur.

Mereka dengan suka rela menyerahkan berupa bantuan perlengkapan penanganan Covid-19 seperti Alat Perlindungan Diri (APD), Hand Sanitizer, dan Masker kepada Pemprov Jawa Timur.

GEMPI menyerahkan bantuan sebanyak 405 liter hand sanitizer yang dikemas dalam jerigen serta botol dalam berbagai ukuran, 10.000 masker kain diproduksi oleh Madrasah Aliyah double track sesuai standar kesehatan, serta 250 APD.

Seluruh perlengkapan itu disumbangkan kepada Pemprov Jatim untuk didistribusikan kepada masyarakat dalam upaya penanganan Covid-19 di Jawa Timur.

“Tentu kami sangat berterima kasih. Ini adalah bentuk kreativitas dan inovasi dari Madrasah Aliyah yang ada di Jawa Timur. Kedua adalah bentuk kegotongroyongan dan kepedulian dari semua elemen,” kata Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima langsung bantuan dari GEMPI Kanwil Kemenag Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya Jum”at (10/04/2020).

Lebih lanjut Khofifah mengatakan, bantuan dari GEMPI ini menunjukkan bahwa seluruh elemen di Jatim memiliki semangat gotong royong, serta komitmen yang kuat untuk bersama-sama melawan Covid-19.

Sebelumnya, bantuan demi bantuan terus mengalir kepada Pemprov Jatim, diantaranya dari pengusaha, kelompok umat beragama, tokoh masyarakat, dan juga lintas elemen.

“Bahkan, ada juga Hotel yang menyiapkan tempatnya untuk dijadikan rumah singgah dengan harga yang sangat terjangkau. Sore ini, dari Madrasah Aliyah juga tidak mau ketinggalan untuk ikut memberikan bantuan sebangai bentuk kepedulian terhadap wabah virus Corona.

Kepada Kanwil Kemenag Jatim , kami berharap doanya lebih istiqomah lagi dan jika seluruh umat beragama selalu memanjtakan doa, kita ketuk pintu langit insyaallah badai Covid-19 ini cepat berlalu,” ujarnya.

Gubernur wanita pertama di Jatim ini menambahkan, bantuan tersebut turut mendukung upaya Pemerintah Jawa Timur untuk menangani penyebaran Covid-19.

Salah satunya, bisa digunakan untuk melengkapi paket sembako yang rencananya akan dibagikan ke masyarakat kurang mampu, dimana di dalam paket sembako itu akan dimasukkan dompet yang berisi vitamin C, hand sanitizer, dan masker yang bisa dicuci.

“Terkait bantuan sembako, saat ini sedang disusun detail plan-nya, sebab ada yang dapat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dimana kemarin Jatim mendapat tambahan satu juta lebih BPNT dari Pemerintah Pusat,

Sedangkan yang non data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) akan di sinkronkan agar sasarannya makin meluas,” katanya.

Pemberian bantuan sembako tersebut, kata Khofifah, agar pembagian tugasnya jelas, maka konsolidasi data mulai pemerintah pusat, Pemprov, maupun Kabupaten/Kota harus solid.

“Hal ini penting guna menjaga bantalan sosial supaya jangan sampai masyarakat yang rentan miskin kemudian menjadi miskin, lalu yang hampir miskin menjadi miskin, serta yang miskin menjadi sangat miskin. Nah bantalan sosial itu pentingnya di situ,” beber Khofifah.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Ahmad Zayadi mengatakan, tujuan dari bantuan ini adalah sebagai Dharma Bhakti Madrasah Aliyah pada masyarakat Jatim. Kedepan, pihaknya ingin agar gerakan peduli, serta memberikan bantuan ini terus berkembang.

“Kami ingin menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya bersih, dan sehat, tapi juga sangat peduli dengan peristiwa apapun yang sedang ada ditengah masyarakat.

Ini bagian dari Dharma Bhakti kami, mudah-mudahan di kesempatan berikutnya inisiatif ini akan terus kita budayakan,” katanya.(**)

Reporter = M.Rusdi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here