Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai 4, 2 Milyar Rupiah

0
324
FOTO ISTIMEWA -Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan Saat Koferensi Pers di Balai Wartawan Polda Jatim (KONTRIBITOR/Suksesinasional.Com)

SURABAYA–Suksesinasional.Com-Meskipun ditengah mewabahnya Virus Corona atau Covid 19. Tidak menyurutkan Petugas Subdit IV Tipidter Direkrorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Jatim untuk memberantas pelaku kejahatan.

Terbukti korps Bhayangkara ini berhasil membongkar kasus penyelundupan benih lobster atau benur senilai 4, 2 milyar rupiah.
Ribuan benih lobster tersebut dikirim dari Pulau Lombok melalui Batam dengan tujuan Negara Singapura.

Dari penangkapan itu polisi mengamankan dua orang pelaku masing masing berinisial AJ asal Pekalongan Jawa Tengah dan MDS asal Lubulinggau Sumatera Selatan.

Kedua tersangka ditangkap polisi dijalur Gerbang Tol Gempol Pasuruan Jawa Timur pada hari Senin 06 April 2020 ,” ujar Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya Kamis (09/04/2020).

Modus yang dilakukan para pelaku dengan cara menyelundupkan benih lobster sebanyak 27.542 ekor dikemas dengan menggunakan styrofom dibungkus dengan plsatik dan dilengkapi oksigen, ini mirip dengan paket hasil perikanan.

Kami melakukan penangakapan terhadap para pelaku karena bibit benur ini dilarang bagi siapapun untuk melakukan penangkapan ataupun mengeluarkan dari wilayah negara Republik Indonesia.

Hal ini diatur dalam peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 56 tahun 2016 dalam ketentuan yang ditangkap atau dikeluarkan adalah yang berukuran diatas 200 gram per ekor,” beber Gidion.

Jadi kalau ini (Lobster) sudah tidak boleh karena dibawah 200 gram, sedangkan itu sekitar 0,5 atau 0,66 per ekor. Kemudian tidak boleh dalam kondisi bertelur. Jadi tidak boleh dibawa dalam kondisi bertelur, kecuali khusus untuk penelitian atau pendidikan dan pengembangan itu diperbolehkan.

Tapi tidak untuk diperjual belikan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, bahwa tidak boleh dilakukan penangkapan lobster untuk tujuan budidaya.

Saat ini pihaknya masih melakukan penanganan yang sifatnya merusak ekositem alam Indonesia, dan kami masih melakukan pendalaman atas kasus penyelundupan benih lobster ini ,”tuturnya.

Ia mengatakan, para pelaku ini sengaja mengirim melalui jalur darat pada saat pandemi kasus virus corona, kalau dikirim melalui pesawat penjagaan sangat ketat.

Pengiriman ribuan benih lobster ini dimasukan ke satu mobil agar lepas dari pantauan petugas ,”kata Gidion.

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti 1 styrofom berisi 27.542 benih lobster terdiri dari 26.222 benih lobster jenis pasir dan 1.320 ekor benih lobster jenis Mutiara.

3 buah Hp, tabung oksigen,tas koper merek Navyclub, 3 bendel koran,1 kantong plastik karet,2 Countener Box,15 jerigen ukuran 30 liter,1 mesin Aerator,1 pompa,10 meter selang,1 kantong plastik spon dan 6 kursi kecil serta 1 kabel rol.

Sementara para pelaku terancam pasal 86 ayat (1) jo pasal 12 ayat (1) atau pasal 92 jo pasal 26 ayat (1) undang undang nomor 45 tahun 2004 tentang perikanan jo pasal 55 ayat (1)KUHP dengan ancaman pidana 10 tahun penjara,” pungkasnya. (**)

Reporter = M.Rusdi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here