Soal Video Habib Umar Ngamuk, Polda Jatim Optimalkan Patroli Cyber Cegah Provokasi Pihak Ketiga

0
2081
FOTO ISTIMEWA = Habib Umar Abdullah Assegaf Saat Terlibat Cekcok Dengan Petugas di Check Point Exit Tol Satelit Surabaya (KONTRIBUTOR // Suksesional.Com)

SURABAYA – Suksesinasional.Com – Aksi saling dorong antara Habib Umar Abdullah Assegaf salah satu Pengasuh Majelis Roudhotus Salaf Bangil Pasuruan Jawa TimurĀ  dengan salah seorang petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP ) yang bertugas di Check Point Exit Tol Satelit Surabaya viral di Media Sosial (medsos).

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan, untuk mengantisipasi adanya provokasi dari oknum tidak bertanggung jawab atas viralnya video tersebut. Polda Jatim telah mengoptimalkan Tim Patroli Cyber.

“Ada indikasi dari pihak ketiga yang ingin memanfaatkan situasi ini untuk memperkeruh suasana, padahal itu tidak ada kaitannya dengan kejadian – kejadian di Kota Surabaya,” ujar Kombes Pol Trunoyudo di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya Jum’at (22/05/2020).

Lebih lanjut Trunoyudo menjelaskan, saat ini petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus), Direktorat Intelkam dan juga Bidang Humas (Bid Humas) Polda Jatim akan memantau dan mencari penyebar konten – konten yang indikasinya ingin memanfaatkan viralnya video tersebut oleh pihak ketiga yang memperkeruh suasana.

“Kami optimalkan patroli cyber, kami akan lihat konten – konten yang bersifat ujaran kebencian, Sara, Provokasi dan berita bohong yang akan menjadi bagian penyelidikan nantinya,” jelas mantan Kabid Humas Polda Jabar ini.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, kejadian pada hari Rabu 21 Mei 2020 sore, berawal saat mobil sedan Camry dengan nomor Polisi N 1 B yang ditumpangi oleh Habib Umar Assegaf hendak masuk kewilayah Kota Surabaya dan diberhentikan petugas gabungan yang ada di lokasi tersebut.

Saat diperiksa oleh petugas, mobil yang ditumpangi Habib Umar kedapatan bermuatan menyalahi aturan yang telah ditetapkan PSBB di Kota Surabaya Raya.

Selain berisi lebih dari 50 persen dari kapasitas penumpang yang telah ditentukan, para penumpang yang berada didalam kendaraan tersebut tidak memakai alat pelindung diri (masker).

Karena melanggar aturan, petugas kemudian meminta kendaraan sedan tersebut untuk putar balik dan tidak boleh masuk kewilayah Kota Surabaya.

Saat itu petugas memberikan larangan, dia (Habib Umar) lalu keluar dari mobil dan berteriak dan menolak arahan petugas hingga terjadi saling dorong dengan petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja.

Meski sudah diberi pemahaman oleh petugas dari Kepolisian. Namun Habib Umar tidak bisa menerima dan mendorong Polisi dari Satuan Lantas Lintas (Sat Lantas) yang berusaha memberikan penjelasan.

Namun demikian Polisi ini tidak membalas dorongan Habib Umar dan tetap memberikan pemahaman dan teguran secara persuasif.

Disaat itu pula tiba – tiba salah seorang petugas Sat Pol PP yang ada di lokasi terlibat saling dorong dan menarik tangan Habib Umar hingga berlanjut saling pukul. (**).

Reporter = M.Rusdi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here