Hina Pengasuh Pondok Pesantren di Facebook, Wanita Asal Desa Polagan Diamankan Polda Jatim

0
727
FOTO ISTIMEWA = Kabid Himas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko Saat Konferensi Pers di Mapolda Jatim (KONTRIBUTOR/ Suksesinasional.Com)

SURABAYA – Suksesinasional.Com –
Diera jaman digital seperti sekarang ini, masyarakat dihimbau agar lebih bijak dan berhati -hati dalam bermedia Sosial (Medsos) . Kalau tidak, bisa berurusan dengan aparat penegak hukum.

Seperti yang dialami seorang wanita pemilik Akun Facebook (FB) “Suteki” yang diduga melakukan ujaran kebencian atau hatespeech  kepada salah satu Pengasuh Pondok Pesatren Miftahul Ulum Penyeppen Pamekasan Madura bernama RKH. Muddastsir.

Perempuan asal Desa Polagan Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan Madura ini mengupdate status dan berkomentar melalui akun Facebook pribadinya. Dia dengan sengaja menyudutkan Pengasuh Pondok Pesantren di Pamekasan Madura terkait penanganan Covid-19.

Dari hasil penelusuran Tim Cyber Polda Jatim, pemilik akun tersebut diketahui seorang wanita berinisial UZ (28) warga Desa Polagan Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan, Madura.

Akibatnya, ibu rumah tangga itu kini diamankan oleh petugas Tim Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andhiko mengatakan, setelah ada laporan, Polisi mendatangi rumah atas nama Sugeng yang diketahui membuat akun Suteki tersebut.

“Karena Sugeng selalu gagal dimintai keterangannya, sehingga kasus itu dilaporkan ke Mapolres Pamekasan, pada tanggal 06 Juni 2020 lalu, dan yang bersangkutan diamankan oleh petugas Tim Cyber ,” ujar Kombes Pol Trunoyudo di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya Kamis (11/6/2020).

Begitu diamankan, Sugeng menjalani penyidikan untuk mengetahui pelaku yang sebenarnya dan yang bersangkutan mengaku hanya membuatkan akun saja.

Setelah akun dibuatnya, yang menggunakan akun tersebut atau yang mengelolanya adalah seorang perempuan yang juga tetangganya berinisial UZ,” kata Trunoyudo.

Begitu polisi mengetahui pemilik akun, petugas langsung menjemput tersangka UZ yang diduga melakukan ujaran kebencian di media sosial sebagaimana di laporkan Ra Maltuf sebagai alumni Ponpes Panyepen,” tandasnya.

Perlu diketahui, akun Facebook Suteki ini membuat status ujaran kebencian kepada salah satu Pondok Pesantren di Pamekasan, Madura, terkait penanganan Covid-19.

Salah satu status akun Suteki bertuliskan “Ajaran pondoknya juga meng ibliskan orang yang berbeda pendapat?. Ya nangis Rosulullahnya.
Lagian itu mayat sudah ditayamumkan..Ilmu agama kok setengah2. Coba kyainya suruh belajar ke gus baha. Kok yakin ini bukan dawuh kyainya beneran”.(*)

Reporter = M.Rusdi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here