Panglima TNI dan Kapolri Dukung Pemerintah Daerah Tangani Covid-19 di Jawa Timur

0
150

BLITAR – Suksesinasional.Com –Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan kondisi riil persebaran Covid-19 di Jawa Timur dihadapan Panglima TNI dan Kapolri beserta seluruh jajaran Forkompinda. Khofifah melaporkan bahwa per tanggal 18 Juni 2020 pukul 17.00, kasus terkonfirmasi positif di Jawa Timur sebanyak 8.913 kasus.

“Kami siap-siap secara psikologis karena ini melampaui angka terkonfirmasi positif di DKI Jakarta. Yang harus sangat diwaspadai adalah Orang Tanpa Gejala (OTG). Saat ini ada 24.359 kasus dengan 41 persen potensi kemungkinan terkonfirmasi positif”, terang Khofifah melalui video conference disaksikan seluruh Forkompinda Blitar di ruang Integrated System Center Pemkot Blitar, Jum’at (19/6/2020) sore.

Khofifah memaparkan, salah satu sebabnya adalah Attack Rate atau tingkat resiko di Surabaya Raya sangat tinggi. Meskipun pada dasarnya tingkat kesembuhan makin meningkat sedangkan tingkat kematian makin menurun.

“Kini ada 6 daerah zona kuning, zonasi yang dibuat Gugus Tugas Pusat, yaitu Sumenep, Bondowoso, Pacitan, Trenggalek, Kabupaten Blitar dan Kota Blitar. Ke enam daerah ini beresiko rendah. Pemprov akan memberikan reward 10 motor trail kepada Kapolres dan Dandim yang daerahnya masuk zona kuning. Pemprov sudah siapkan 100 unit motor trail”, lanjut Khofifah.

Pihaknya meminta kepada Bapak Panglima dan Kapolri sebagai Komando Gugus Tugas Gabungan Terpadu menjadi bagian yang sangat penting. Kita membutuhkan kedisiplinan, maka yang berdiri paling depan adalah seluruh aparat TNI dan Polri paling bawah yaitu Babinsa dan Babinkamtibmas. Masyarakat butuh referensi kedisiplinan secara substantif dan konsisten.

Pada kesempatan tersebut, Kapolri Idham Azis menyampaikan bahwa inovasi Kampung Tangguh Semeru telah diikuti oleh para Pangdam dan Kapolda seluruh Indonesia.

“Penanganan Covid-19 ini extra ordinary. Harus bekerjasama, tidak bisa sendiri-sendiri dan membangun komunikasi yang baik. Tidak ada satu masalahpun yang tidak selesai jika ada komunikasi yang baik. Mohon maaf saya berpesan agar jangan ada data yang tidak transparan karena sama dengan membuat bom waktu. Jika datanya transparan kita bisa menangani dengan baik”,kata Kapolri.

“Kami jajaran Polri di Mabes berkomitmen sama dengan Panglima untuk siap memberikan bantuan tanpa payung cadangan di manapun di wilayah Indonesia yang membutuhkan tenaga dan kekuatan TNI Polri”, tegasnya.

Sementara itu Panglima TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan terimakasih kepada Ibu Gubernur Khofifah atas paparannya. Panglima paham dengan permasalahan yang dihadapi. TNI Polri dan seluruh pejabat Forkompinda mendukung kebijakan Pemerintah Daerah sehingga Jatim segera lepas dari pandemi Covid-19. Panglima menghimbau agar sosialisasi mengenai protokol kesehatan dengan menggunakan kalimat lokal agar pesan dapat sampai kepada masyarakat. Tempat cangkrukan didatangi dengan humanis, berbicara ala Jawa Timuran.

“Yok opo rek, lek ngene terus gak mari-mari pandemi. Rek, nek kumpul-kumpul ojok lali gawe masker”, kata Panglima.

Panglima juga mengatakan bahwa TNI dan Polri mendapat tugas dari Bapak Presiden untuk membantu pemerintah, baik pusat maupun daerah untuk mendisiplinkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan.

Ditemui sesaat setelah Vcon, Wali Kota Blitar Santoso mengatakan bahwa Ibu Gubernur telah memaparkan kondisi riil bagaimana Jatim. Terkait pembentukan Kampung Tangguh sangat penting sekali. Mudah-mudahan Kampung Tangguh bisa dikembangkan di seluruh Kabupaten Kota di Jawa Timur, sehingga kondisi Jatim khususnya, bisa ditekan lagi.

“Beberapa waktu lalu sudah dibentuk kampung tangguh di tiap Kelurahan. Harapan kita tidak hanya satu titik tapi disemua wilayah RW dibentuk, kalau sudah terbentuk semua di tiap RW, kita tinggal memonitor bagaimana kesiapan dan pelaksanaannya, penyebaran virus Covid-19 bisa kita tekan seminimal mungkin. Memasuki New Normal bukan berarti semuanya menjadi bebas, akan tetapi harus lebih ditingkatkan disiplinnya sehingga secara sadar terbiasa dengan kondisi pandemi. Sinergitas antara pemerintah dengan TNI Polri terus dibangun. Terlebih kepada masyarakat sebagai ujung tombak dalam memerangi Covid-19”, tandasnya.

Dandim 0808/Blitar, Kris Bianto yang ikut hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, setiap saat, tidak bosan-bosannya memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan di manapun.

“Kalau kita sudah disiplin secara perorangan, maka kita harus menularkan disiplin kepada keluarga dan teman sehingga bisa memutus rantai Covid-19”, pungkas Dandim. (ek)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here