Lelang Pengadaan Barang dan Jasa Tahun 2020 Di Tulungagung Sedang Berjalan

0
282
FOTO ISTIMEWA = Kantor Bupati Tulungagung (KONTRIBUTOR /Suksesinasional.Com)

TULUNGAGUNG – Suksesinasional.Com – Bagian Pengadaan Barang /Jasa Kabupaten Tulungagung melansir sebanyak 13 paket pengadaan barang dan jasa terdiri dari 5 paket konstruksi, 3 paket pengadaan barang, 4 paket jasa konsultasi dan 1 paket jasa lainnya telah selesai dalam proses pelelangan sampai dengan tanggal 25 Juni 2020, dengan nilai HPS Rp. 55.601.773.093.35 dan nilai penawaran sebesar Rp. 48.703.525.074.84.

Sementara itu saat ini sedang berlangsung proses lelang sebanyak 13 paket dengan nilai HPS Rp.41.726.004.462.48, dari 13 paket tersebut 12 paket kontruksi dengan nilai HPS Rp.41.236.504.462.48 dan 1 paket pengadaan barang dengan HPS RP.489.500.000.00. Hasil Pelelangan itu semua bisa dilihat lewat lpse.tulungagung.go.id

Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa Fajar Widayanto,Sp.MM mengatakan, bahwa jumlah paket pengadaan barang dan jasa yang masuk di ULP sampai saat ini sebanyak 26 paket dengan nilai total HPS sebesar Rp 97.327.777.555.83.

Adapun, 13 paket yang telah selesai proses pelelangan dengan nilai penawaran Rp.48.703.525.074.84. Dengan kata lain, baru 50 persen paket pengadaan barang dan jasa telah selesai proses pelelangan.

Fajar mengimbau agar ULP untuk menjadi pusat informasi jasa konstruksi di Kabupaten Tulungagung. Dia berharap supaya pelaksanaan pelelangan bisa berjalan secara adil, tidak diskriminatif, dan berdaya saing.

“Pokja (kelompok kerja) juga harus profesional, dapat dipercaya, cepat, dan jangan takut melangkah. Keberadaan pokja menjadi simpul penting untuk mencapai target pelelangan di tahun 2020,” kata Fajar kepada Suksesinasional.Com Rabu (01/6/2020).

Di sisi lain, Fajar mengingatkan agar seluruh panitia untuk memegang teguh integritas dalam mengemban tugas pengadaaan barang dan jasa.

Fajar juga meminta agar pokja melakukan koordinasi dengan instansi terkait agar tidak terjadi kegagalan pada tahap proses pelelangan.

Fajar pun menyadari bahwa anggaran negara cukup terbatas untuk membangun seluruh proyek infrastuktur yang telah dicanangkan, apalagi saat ini kita dihadapkan dengan adanya wabah Virus Covid-19.

“Dengan anggaran yang terbatas kami bisa mengupayakan pembangunan infrastuktur yang lebih baik,” ujarnya. (al/har).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here